Telomer dan Kulit Sehat, Bagaimana Puasa Intermitten Membantu Memperlambat Penuaan?

Telomer dan Kulit Sehat, Bagaimana Puasa Intermitten Membantu Memperlambat Penuaan?
Intermitten untuk kulit yang lebih sehat. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Puasa telah lama menjadi bagian dari berbagai budaya dan agama sebagai bentuk ibadah atau praktik spiritual.

Namun, selain manfaat spiritualnya, penelitian juga menyoroti manfaat kesehatan yang luar biasa dari praktik puasa tertentu.

Salah satu di antaranya adalah puasa intermiten, yang telah dikenal secara global sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga:7 Inspirasi Desain Kamar Mandi Marble, Dari Nuansa Cokelat hingga Hitam EleganTransformasi Kamar Mandi Unik! 7 Rekomendasi Desain Trendi untuk Sentuhan Dekorasi Maksimal

Puasa intermiten adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan makan normal. Berbeda dengan puasa Ramadan atau puasa Senin-Kamis yang mungkin lebih dikenal secara umum, puasa intermiten memiliki jeda yang lebih fleksibel dalam pola makan harian.

Salah satu alasan mengapa puasa intermiten telah mendapat perhatian yang besar adalah karena potensinya untuk memperlambat proses penuaan, dan ini terkait erat dengan telomer.

Telomer adalah bagian ujung kromosom yang terletak dalam DNA di setiap sel tubuh kita. Pemendekan telomer adalah tanda penuaan sel, dan puasa intermiten telah terbukti memperlambat proses ini.

Telomer berperan dalam mempertahankan stabilitas struktural kromosom selama replikasi DNA. Ketika telomer memendek, sel menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan penuaan.

Oleh karena itu, menjaga telomer agar tetap panjang adalah kunci untuk memperlambat proses penuaan.

1. Mengurangi Stres Oksidatif

Salah satu cara puasa intermiten membantu menjaga panjang telomer adalah dengan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif, yang disebabkan oleh radikal bebas dari makanan tidak sehat, stres emosional, dan polusi lingkungan, dapat mempercepat penuaan sel. Puasa intermiten telah terbukti mengurangi stres oksidatif, memicu proses perbaikan sel, dan mengurangi inflamasi.

2. Mengaktifkan Enzim Sirtuin

Puasa intermiten juga dapat membantu mengaktifkan enzim sirtuin, yang berperan penting dalam memperlambat penuaan sel. Aktivitas sirtuin cenderung menurun seiring bertambahnya usia, tetapi puasa dapat membantu meningkatkan produksinya, terutama melalui proses autofagi yang dipercepat selama puasa.

3. Meradakan Inflamasi

Baca Juga:9 Inspirasi Gaya Coastal untuk Ruang Tamu Minimalis, Hadirkan Nuansa Pantai di Hunian AndaMenguras Tenaga Karena Ketawa! 10 Rekomendasi Film Komedi Terbaik untuk Weekend yang Santai

Inflamasi kronis dapat mempercepat proses penuaan dengan merusak sel dan memendekkan telomer. Puasa intermiten telah terbukti efektif dalam menurunkan tingkat inflamasi dalam tubuh, yang dapat membantu menjaga kesehatan sel dan memperlambat proses penuaan.

0 Komentar