Luthfi: Masih Ada PR Berharap Sebelum Jabatan Berakhir Bisa Tuntas

Luthfi: Masih Ada PR Berharap Sebelum Jabatan Berakhir Bisa Tuntas
BERHARAP, Ketua DPRD Kab Cirebon, HM Luthfi MSi mengharapkan sisa pembangunan infrastruktur selesai. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Tahun ini, berakhir masa jabatan anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2019-2024. Ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai. Memang, masih ada waktu, beberapa bulan kedepan, untuk menuntaskannya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, HM Luthfi MSi menyebut beberapa pekerjaan di lembaganya yang belum tuntas, seperti Perda soal banjir, perda RTRW dan Riparda. Ketiga Perda strategis ini menurutnya yang harus dituntaskan sebelum berakhir masa jabatan para anggota DPRD.

Di usia Kabupaten Cirebon yang ke-542 tahun ini, ia berharap sisa-sisa pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan. Pihaknya mendorong sisa-sisa PR terkait pembangunan infrastruktur yang sudah dianggarkan. Melalui Banprov, melalui ABPD dan melalui Inpres dari Kementerian PUPR bisa segera digelar.

Baca Juga:Selama 4 Tahun Terakhir Rencana Program Strategis Masih StagnanGelar Paripurna Harjad ke-542 Tahun, DPRD: Jangan Tua Dalam Ketertinggalan

“Harapannya sebelum akhir tahun ini, sisa-sisa pembangunan infrastruktur bisa selesai,” kata Luthfi. 

Sebab, soal infrastruktur ini, kata Politisi PKB menjadi fokus utama yang harus dituntaskan. Menurutnya, masih terdapat banyak kekurangan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon, mulai dari jalan yang rusak hingga pasokan listrik yang tidak memadai.

Kang Luthfi–begitu akrab disapa juga menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung aktivitas masyarakat secara lebih efisien.

“Tantangan terbesar kita adalah memperbaiki infrastruktur yang masih jauh dari ideal. Dari jalan rusak hingga ketersediaan listrik yang belum memadai, semua harus diperbaiki demi kemajuan Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Selain infrastruktur, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi sorotan utama. Terutama masalah pengangguran dan kemiskinan yang masih menghantui sebagian masyarakat. Dia menekankan perlunya solusi yang cerdas dan tepat guna untuk mengatasi masalah tersebut, agar pembangunan ekonomi dapat berjalan lebih merata dan inklusif.

“Pendidikan dan kesehatan juga menjadi fokus utama kami dalam dua tahun ke depan. Kami berkomitmen untuk menyediakan akses yang lebih baik terhadap layanan pendidikan berkualitas dan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (*)

0 Komentar