7 Buku yang Kontroversial dan Dilarang di Berbagai Negara

7 Buku yang Kontroversial dan Dilarang di Berbagai Negara
7 Buku yang Kontroversial dan Dilarang di Berbagai Negara: 1. Lord of the Flies oleh William Golding, 2. I Know Why the Caged Bird Sings oleh Maya Angelou. foto:tangkapanlayar/rakcer.id
0 Komentar

Meskipun demikian, novel ini berhasil memberikan kepada pembacanya gambaran mengenai kehidupan di tengah pengawasan massal, manipulasi informasi, dan hilangnya kebebasan individu di bawah rezim otoriter.

5. Brave New World Karya Aldous Huxley

Novel bergenre distopia ini diterbitkan pada tahun 1931 dan mengambil latar waktu di tahun 2540 dalam sebuah dunia futuristik yang dikenal dengan sebutan The World State.

Di masa tersebut diterapkan berbagai teknologi reproduksi yang canggih, serta manipulasi psikologis untuk membentuk masyarakat yang sangat terstruktur.

Baca Juga:Film Animasi Jumbo Tayang di 17 Negara, Ini Beberapa Fakta MenariknyaSinopsis serta Jadwal Tayang Film Rumah untuk Alie

Dalam novel ini, manusia diciptakan secara artifisial dan dibagi ke dalam lima kasta, yaitu Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Epsilon.

Setiap kasta memiliki peran dan status sosial yang spesifik, di mana Alpha dan Beta berfungsi sebagai pemimpin dan pemikir, sementara individu dalam kasta lainnya melaksanakan pekerjaan manual.

Kebebasan individu dalam masyarakat juga ditekan demi mencapai stabilitas sosial. Selain itu, warga negara didorong untuk mencari kepuasan instan melalui akses terhadap hiburan dan zat-zat seperti ‘soma’ yang dapat memberikan kebahagiaan.

Meskipun masyarakat di dalam “Brave New World” tampak seperti utopia, kenyataannya mereka telah mengorbankan kebebasan dan kebenaran demi mengejar kebahagiaan yang semu.

Novel ini, yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, juga telah menghadapi berbagai tantangan dan pelarangan. Pada tahun 2000, buku ini dicabut dari perpustakaan sekolah menengah di Foley, Alabama, karena dianggap menghina agama, pernikahan, dan keluarga.

Selain itu, novel ini dinilai memiliki banyak bahasa yang bersifat menghina secara rasial, mengandung informasi yang keliru tentang penduduk asli Amerika, serta menyajikan konten seksual yang eksplisit.

Walaupun demikian, karya ini diyakini memiliki pengaruh yang besar, sebab mengeksplorasi tema-tema seperti konsumerisme, prasangka, dan pencarian kebahagiaan yang diutamakan di atas kebenaran, yang tentu saja tetap relevan hingga saat ini.

Baca Juga:Sinopsis Film Horor Muslihat: Ada Aku di Depan Belakangmu, Tipu Daya Iblis di Panti AsuhanDaftar Drama Korea yang Tayang di Bulan April 2025

Huxley mengajak pembaca untuk merenungkan apakah lebih penting untuk menjadi bahagia daripada bebas, serta mempertimbangkan konsekuensi yang akan diterima oleh masyarakat yang terlalu mengedepankan stabilitas dan kepuasan instan.

6. To Kill a Mockingbird Karya Harper Lee

To Kill a Mockingbird merupakan sebuah novel klasik Amerika yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1960, dan berhasil meraih Penghargaan Pulitzer serta diakui sebagai salah satu karya sastra yang signifikan di Amerika Serikat.

0 Komentar