Novel ini berlatar belakang di wilayah selatan Amerika selama masa Depresi Besar dan mengisahkan kehidupan Scout Finch, seorang gadis yang cerdas. Pembaca diajak untuk menyelami isu-isu ketidaksetaraan rasial dan hilangnya kepolosan melalui perspektif Scout Finch.
Dalam narasi ini, Scout memiliki seorang ayah yang bernama Atticus Finch, seorang pengacara yang bertugas untuk membela Tom Robinson, seorang pria kulit hitam yang dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis kulit putih.
Meskipun Atticus berhasil memberikan bukti dan argumen yang kuat untuk menunjukkan bahwa Tom tidak bersalah, pada akhirnya juri tetap memutuskan Tom bersalah.
Baca Juga:Film Animasi Jumbo Tayang di 17 Negara, Ini Beberapa Fakta MenariknyaSinopsis serta Jadwal Tayang Film Rumah untuk Alie
Sejak diluncurkan, To Kill a Mockingbird sering menjadi subjek perdebatan dan menghadapi berbagai tantangan di perpustakaan dan sekolah-sekolah di Amerika Serikat.
Hal ini disebabkan oleh penilaian bahwa novel ini menggunakan bahasa yang dianggap ofensif, termasuk kata-kata kasar, istilah rasial, serta penggambaran isu-isu sensitif seperti pemerkosaan dan rasisme.
7. Persepolis Karya Marjane Satrapi
Persepolis adalah sebuah novel grafis karya Marjane Satrapi yang menceritakan pengalaman masa kecilnya dari usia 10 hingga 14 tahun di Teheran, ibu kota Iran, pada akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an, yang merupakan periode penuh gejolak.
Selama masa tersebut, Iran mengalami berbagai peristiwa penting seperti penggulingan Shah Iran, pembentukan rezim baru, dan pecahnya perang antara Iran dan Irak.
Buku ini menawarkan sudut pandang yang unik dari seorang gadis muda yang polos di Timur Tengah yang selalu mempertanyakan berbagai hal, termasuk mengenai agama, penindasan, nasionalisme, martir, serta peran dan norma gender dalam masyarakat.
Meskipun demikian, Persepolis juga menghadapi berbagai larangan dan tantangan di sejumlah sekolah dan perpustakaan di Amerika Serikat. Berdasarkan informasi yang dilansir dari The Banned Books Project Carnegie Mellon University, sejak tahun 2013 sistem sekolah umum di Chicago secara tiba-tiba menarik buku ini dari kelas dan perpustakaan tanpa alasan yang jelas.
Diterangkan lebih lanjut bahwa larangan tersebut didasarkan pada kandungan bahasa dan gambaran yang dianggap tidak pantas untuk konsumsi umum.
Baca Juga:Sinopsis Film Horor Muslihat: Ada Aku di Depan Belakangmu, Tipu Daya Iblis di Panti AsuhanDaftar Drama Korea yang Tayang di Bulan April 2025
Selain itu, Persepolis menempati posisi kedua dalam daftar 10 Buku yang Paling Sering Diperkarakan menurut American Library Association (ALA), yang mencakup daftar buku-buku yang seringkali dipermasalahkan.
