Pemkot Cirebon Perkuat Peran Guru BK dalam Perlindungan Anak

Pemkot Cirebon
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri forum penguatan guru BK dalam perlindungan anak. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Pemkot Cirebon memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.

Senin (20/04), Pemkot, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melakukan penguatan dengan membangun jejaring para guru Bimbingan Konseling (BK).

Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati hadir langsung dalam penguatan jejaring para guru BK tersebut.

Baca Juga:Pemkot Dorong Optimalisasi MBG Untuk Cegah StuntingDPRD Kota Cirebon Titipkan 338 Usulan untuk RKPD 2027

Rida, sapaan akrab Wakil Walikota Cirebon menegaskan bahwa sekolah sudah seharusnya menjadi ruang yang aman dan membahagiakan bagi setiap anak.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan di lingkungan pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial hingga pengaruh perkembangan teknologi informasi yang membuka celah terjadinya berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat paling membahagiakan setelah rumah. Tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan hari ini semakin kompleks. Karena itu, penanganan kekerasan terhadap anak membutuhkan koordinasi lintas sektor dan komunikasi yang kuat antar pihak,” ungkap Rida.

Rida juga menyoroti pentingnya sistem deteksi dini yang lebih terintegrasi, karena seringkali gejala awal permasalahan pada anak terlambat dikenali, sehingga berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama,” lanjut Rida.

Dijelaskan Rida, ia menekankan tiga hal utama kepada para guru BK.

Pertama, penguatan deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa sebagai langkah pencegahan awal.

Baca Juga:Silaturahmi dengan Majelis Taklim Asy-Syifa, Wawali Beri Pesan untuk JamaahHalal Bihalal DWP Kota Cirebon, Walikota Ingatkan Kekompakan dan Kolaborasi

Kedua, pentingnya kolaborasi lintas sektor, di mana guru tidak bekerja sendiri dan dapat memanfaatkan dukungan dari perangkat daerah terkait.

Ketiga, membangun budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

“Bapak dan Ibu guru adalah mata dan telinga pemerintah di unit pendidikan paling bawah. Tidak hanya mengajar, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan masa depan generasi. Karena itu, kami ingin membangun sistem jejaring kerja yang solid, bukan sekadar menambah beban administrasi,” kata Rida.

Sementara itu, Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno menekankan pentingnya membangun jejaring komunikasi yang kuat antar pemangku kepentingan, khususnya dalam pemenuhan hak anak.

0 Komentar