RAKCER.ID, KUNINGAN – Ajang pemilihan Putra Putri Adipati Kuningan (PPAK) 2026 mulai mengerucutkan 20 besar finalis. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Salsabila Aisya mewakili Kecamatan Pasawahan. Finalis nomor urut 17 berasal dari Desa Paniis, resmi berada di jajaran Top 20 yang terbagi kedalam 4 squad tematik, yaitu Squad Pendidikan, Squad Lingkungan, Squad Kesehatan, serta Squad Ekraf dan Pariwisata.
Salsabila kini tergabung dalam Squad Kesehatan. Mahasiswi semester 4 Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon ini mengusung misi untuk menyelamatkan generasi muda dibidang Kesehatan, yaitu mematahkan stigma tabu seputar edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja, mencegah pergaulan bebas, dan memperkuat benteng pengetahuan edukasi seksual remaja Kuningan.
Salsabila menilai, minimnya akses informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi seringkali menjerumuskan remaja pada risiko kehamilan tidak diinginkan (KTD), infeksi menular seksual (IMS), hingga pernikahan dini.
Baca Juga:UNIKU Hadirkan KPK di Kuningan, Kuliah Umum Diminati Mahasiswa Hingga Eksekutif PemkabPerkuat Produksi Padi, DKPP Kuningan Gunakan Cara Baru Lawan Hama
”Tantangan terbesarnya adalah edukasi ini masih dianggap tabu oleh masyarakat. Padahal, remaja butuh ‘ruang aman’ untuk memahami perubahan fisik dan psikologis mereka agar bisa mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” ungkap alumni MAN 1 Kuningan tersebut.
Melalui platform PPAK 2026, ia bertekad menghadirkan kampanye edukasi yang lebih komunikatif dan ramah bagi generasi muda, baik di lingkungan sekolah maupun pedesaan.
Keberhasilan Salsabila menembus babak 20 besar mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Paniis. Kepala Desa Paniis, Raski Baskara, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian salahsatu putri terbaik di Desanya tersebut.
”Kami sangat bersyukur. Salsabila adalah bukti bahwa pemudi desa mampu bersaing di level kabupaten. Kami dari pemerintah desa memberikan dukungan penuh dan berharap ia tetap rendah hati, menjaga kesehatan, serta terus mengasah kepercayaan diri selama kompetisi,” ujar Raski saat ditemui pada Kamis (14/5/2026).
PPAK 2026 tahun ini mengusung tema “Bold with Healthy Life, Shine with Good Education”. Para finalis tidak hanya berkompetisi dalam kecantikan dan ketampanan, tetapi juga difokuskan pada empat pilar, Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, serta Ekonomi Kreatif dan Pariwisata.
Sesuai jadwal, setelah melewati fase audisi, para finalis akan mengikuti berbagai tahapan, saat ini akan memasuki masa karantina kemudian penilaian program strategis, hingga puncaknya pada Grand Final.
