Stock Split vs Reverse Stock Split: Apa Perbedaannya dan Mana yang Menguntungkan?

Stock Split vs Reverse Stock Split: Apa Perbedaannya dan Mana yang Menguntungkan?
Stock Split vs Reverse Stock Split: Apa Perbedaannya dan Mana yang Menguntungkan? Foto: Pinterest/Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Bagi kamu yang aktif mengamati pergerakan pasar modal, istilah stock split dan reverse stock split pasti sudah tidak asing lagi di telinga.

Kedua aksi korporasi ini sering kali menjadi penentu arah pergerakan harga saham sebuah emiten di papan perdagangan.

Meski sama-sama mengubah jumlah lembar saham yang beredar, keduanya memiliki mekanisme dan tujuan yang bertolak belakang.

Baca Juga:One Piece Bab 1186: Semua yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum MembacaRockstar Games GTA VI Siap Meluncur: Cek Jadwal Rilis dan Platform yang Didukung

Mari kita lihat perbedaan mendasar di antara keduanya serta melihat mana aksi yang paling berpotensi membawa keuntungan bagi portofolio investasi kamu.

Apa Itu Stock Split? (Pemecahan Saham)

Stock split adalah langkah korporasi di mana sebuah perusahaan memutuskan untuk memecah selembar sahamnya menjadi beberapa lembar saham baru dengan rasio tertentu.

Rasio yang sering digunakan di pasar modal biasanya adalah 1:2, 1:5, atau bahkan 1:10.

Ketika perusahaan melakukan stock split, jumlah lembar saham yang beredar di pasar otomatis akan meningkat secara drastis.

Namun, perlu dicatat bahwa aksi ini sama sekali tidak mengubah nilai kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan tersebut maupun nilai total modal yang kamu miliki.

Contoh Sederhana:

Kamu memiliki 1 lot (100 lembar) saham ABCD yang dihargai Rp10.000 per lembar. Total investasimu adalah Rp1.000.000.

Jika perusahaan melakukan stock split dengan rasio 1:5, maka jumlah sahammu akan melonjak menjadi 500 lembar, namun harga per lembarnya disesuaikan turun menjadi Rp2.000. Total nilai investasimu tetap sama, yaitu Rp1.000.000.

Baca Juga:Cara Lapor Pajak Online Direktorat Jenderal Pajak untuk Karyawan Swasta dan PNSMengenal Sistem Penawaran Umum Perdana Saham IPO dan Cara Kerjanya di Pasar Modal

Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menurunkan harga psikologis saham yang sudah terlampau tinggi agar kembali menjadi murah dan terjangkau.

Dengan begitu, likuiditas perdagangan saham tersebut akan meningkat karena investor ritel kecil bisa kembali ikut bertransaksi.

Apa Itu Reverse Stock Split? (Penggabungan Saham)

Kebalikan total dari aksi sebelumnya, reverse stock split adalah proses penggabungan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru yang bernilai lebih tinggi.

Rasio yang digunakan juga menggunakan perbandingan terbalik, seperti 5:1 atau 10:1.

Sama seperti saudaranya, penggabungan nilai saham ini tidak mengubah total nilai kapitalisasi pasar korporasi maupun persentase kepemilikan saham kamu.

0 Komentar