Hasil Penelitian IP Trisakti: Rekomendasikan Road Map 3 Tahun Paniis Jadi Rujukan Wisata Regeneratif Jabar 

Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Alumni Institut Pariwisata Trisakti, Dr. Novita Widyastuti
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Alumni Institut Pariwisata Trisakti, Dr. Novita Widyastuti paparkan hasil penelitian 3 kelompok Mahasiswa Program Magister di Desa Paniis.
0 Komentar

RAKCER.ID, KUNINGAN – Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata regeneratif unggulan di Jawa Barat. Hasil field research mahasiswa Program Magister Institut Pariwisata Trisakti yang berlangsung pada 14–15 Mei 2026 mencatat, transformasi tersebut diproyeksikan dapat terwujud dalam kurun waktu tiga tahun, jika tahap demi tahap ditempuh Pemdes dan masyarakatnya.

Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai ini memiliki jumlah penduduk sekitar 3.919 jiwa, populasi yang cukup untuk membentuk masyarakat wisata, sehingga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Alumni Institut Pariwisata Trisakti, Dr. Novita Widyastuti, menjelaskan hasil kajian dari tiga kelompok mahasiswa magister menunjukkan Desa Paniis memiliki modal sosial dan potensi alam yang kuat, yang tidak dimiliki banyak desa wisata lainnya.

Baca Juga:Field Research, Institut Pariwisata Trisakti Buktikan Desa Paniis Punya 'Modal Kuat' di Sektor PariwisataPutra Putri Adipati Kuningan 2026, ​Salsabila Aisya Tembus 20 Besar, Bawa Misi Kesehatan Bagi Generasi Muda

“Paniis memiliki kekuatan pada alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Tinggal bagaimana potensi itu dikembangkan melalui strategi yang tepat agar berdampak langsung terhadap ekonomi warga,” ujarnya.

Berbeda dengan konsep wisata konvensional, Desa Paniis direkomendasikan mengembangkan konsep wisata regeneratif. Konsep ini menitikberatkan pada pemulihan lingkungan, pelestarian sumber daya alam, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam aktivitas wisata.

Dalam hasil penelitian tersebut, terdapat 3 pilar utama yang direkomendasikan. Pertama, menjaga kelestarian alam melalui zonasi kawasan wisata, pengelolaan sampah terpadu, dan perlindungan sumber mata air Cipaniis. Kedua, mendorong rumah warga menjadi homestay agar wisatawan dapat tinggal lebih lama dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ketiga, memperkuat ekonomi UMKM lokal dengan mengintegrasikan produk khas seperti serabi kelapa gula merah dan keripik tempe ke dalam paket wisata resmi.

IP Trisakti bersama pemerintah desa juga telah menyusun roadmap pengembangan wisata regeneratif Desa Paniis secara bertahap. Pada akhir 2026, fokus diarahkan pada audit kualitas lingkungan dan penyiapan homestay percontohan. Selanjutnya pada awal 2027 dilakukan pembangunan infrastruktur hijau, sistem pengelolaan sampah plastik terintegrasi, serta digitalisasi informasi wisata.

Kemudian pada pertengahan 2027, Desa Paniis ditargetkan mulai meluncurkan paket wisata resmi yang terhubung dengan platform digital seperti Instagram, WhatsApp, dan Online Travel Agent (OTA), sehingga wisatawan dapat memesan pengalaman live-in di desa secara langsung.

0 Komentar