Field Research, Institut Pariwisata Trisakti Buktikan Desa Paniis Punya 'Modal Kuat' di Sektor Pariwisata

Penutupan Field Research Mahasiswa Program Magister Institut Pariwisata Trisakti di Paniis
Desa Paniis miliki modal kuat di sektor Pariwisata. Field Research Mahasiswa Program Magister Institut Pariwisata Trisakti 14-15 Mei 2026 paparkan hasil penelitian.
0 Komentar

Selain itu, penguatan jaringan UMKM antar desa wisata di Kecamatan Pasawahan juga dianggap penting untuk mendongkrak ekonomi warga. Terlebih, Desa Paniis memiliki akses jalan yang penting menuju obyek wisata lain.

Dukungan dan Penyambutan Pemkab Kuningan kepada Tim Peneliti IP Trisakti di lakukan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, M.SI, dengan mengutus Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan. Kadis Porapar menyebut, hasil penelitian ini akan menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan desa wisata. Ia menilai Paniis memiliki kekuatan alam dan dukungan sosial masyarakat yang cukup lengkap.

“Potensi unggulan Paniis salah satunya sumber mata air Cipaniis yang sudah dikenal luas, bukan hanya oleh warga Kuningan. Ini perlu pengembangan lebih optimal. Apalagi pariwisata menjadi sektor unggulan Kabupaten Kuningan,” katanya.

Baca Juga:Putra Putri Adipati Kuningan 2026, ​Salsabila Aisya Tembus 20 Besar, Bawa Misi Kesehatan Bagi Generasi MudaUNIKU Hadirkan KPK di Kuningan, Kuliah Umum Diminati Mahasiswa Hingga Eksekutif Pemkab

Asep juga menegaskan, konsep desa wisata tidak bisa berjalan parsial. Pemerintah desa, BUMDes, Pokdarwis hingga masyarakat harus bergerak bersama agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan warga.

Meski demikian, dari pengamatan redaksi, perlu sebuah pola kerjasama yang efektif antara pengelola obyek wisata Mata Air Cipaniis yakni BUMD PDAU dengan Pemdes Paniis melalui Bumdes, supaya memberikan hasil maksimal bagi kedua belah pihak. Meski dikelola pihak Pemkab, secara administratif wisata mata air ini berada di lingkungan Desa Paniis.

Sementara itu, Kepala Desa Paniis, Raski Baskara berharap kerja sama dengan Institut Pariwisata Trisakti tidak berhenti pada kegiatan riset semata. Ia meminta adanya pendampingan berkelanjutan agar rekomendasi yang lahir dari penelitian benar-benar dapat diimplementasikan.

“Saya ingin ada pembimbingan berkelanjutan untuk Desa Paniis. Karena membangun desa wisata itu bukan hanya datang lalu selesai, tapi perlu dukungan dan semangat bersama agar masyarakat benar-benar sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan penutupan sekaligus Field Research tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, perangkat desa, pengurus BUMDes, Pokdarwis, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Forum itu menjadi ruang penyusunan strategi pengembangan Desa Wisata Paniis berbasis komunitas dengan pendekatan keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan. (Bud)

0 Komentar