Keahlian peserta diikuti dengan kemampuan menggunakan peralatan barista. Seperti penggunaan grinder kopi, moka pot, dan hingga peralatan takaran dan pemyajian.
Hasil racikan peserta kemudian dinilai langsung oleh instruktur. Peserta juga diajarkan menentukan harga pokok penjualan (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual produk agar usaha yang dijalankan memiliki perhitungan bisnis yang tepat.
Tak hanya fokus pada pelatihan keterampilan, PNM juga mensosialisasikan program beasiswa bagi anak nasabah mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Selain itu, PNM membuka informasi lowongan kerja untuk posisi Account Officer dan Financial Administration Officer bagi perempuan usia 18 hingga 30 tahun.
Baca Juga:Hasil Penelitian IP Trisakti: Rekomendasikan Road Map 3 Tahun Paniis Jadi Rujukan Wisata Regeneratif Jabar Field Research, Institut Pariwisata Trisakti Buktikan Desa Paniis Punya 'Modal Kuat' di Sektor Pariwisata
Manajer Regional Bisnis PNM Mekaar, Mega Kharisma, mengatakan program Madani Vokasi Academy bertujuan memberikan manfaat nyata bagi anak dan keluarga nasabah PNM Mekaar melalui pelatihan keterampilan gratis yang aplikatif.
“Kami berharap anak-anak nasabah bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membuka peluang usaha baru, khususnya di bidang kopi dan minuman kreatif,” katanya.
Mega juga berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah lain di bawah kerja PNM Cirebon, termasuk Kabupaten Kuningan. (Bud)
