RAKCER.ID – Sejak zaman dahulu, fenomena gerhana matahari selalu diselimuti oleh berbagai mitos dan cerita rakyat.
Wajar saja, perubahan dramatis dari siang yang benderang menjadi gelap gulita dalam sekejap sering kali memicu rasa takut bagi masyarakat kuno.
Di era modern seperti sekarang, sebagian narasi lama tersebut bermutasi menjadi hoaks yang kerap menyebar di media sosial menjelang gerhana.
Baca Juga:Selain Pada Mata, Ini Dampak Gerhana Matahari bagi Lingkungan Menurut BRINCara Daftar Paspor Online Lewat Aplikasi M-Paspor
Mulai dari ancaman radiasi yang meracuni makanan hingga bahaya bagi ibu hamil, penting bagi kita untuk menyaring informasi dan melihatnya dari sudut pandang sains yang valid.
Menepis Mitos Radiasi Tinggi yang Merusak Gadget dan Sinyal
Salah satu disinformasi yang paling sering beredar di grup WhatsApp adalah imbauan untuk mematikan ponsel atau perangkat elektronik saat gerhana matahari berlangsung.
Narasi ini biasanya mengeklaim bahwa peristiwa astronomi tersebut memicu gelombang radiasi kosmik tinggi yang dapat merusak komponen gadget atau bahkan meledak.
Faktanya, lembaga resmi seperti BMKG dan BRIN menegaskan bahwa gerhana matahari sama sekali tidak memancarkan radiasi jenis baru atau radiasi elektromagnetik yang lebih kuat dari hari-hari biasa.
Proses gerhana hanyalah peristiwa mekanis di mana bulan menghalangi cahaya matahari yang menuju ke bumi.
Oleh karena itu, tidak ada hubungannya antara posisi bulan dan matahari dengan peningkatan radiasi pada perangkat seluler. Sinyal telekomunikasi dan gadget Anda tetap aman digunakan seperti biasa.
Meluruskan Mitos Bahaya Gerhana bagi Ibu Hamil dan Janin
Mitos lain yang sangat mengakar di beberapa budaya adalah larangan bagi ibu hamil untuk keluar rumah saat gerhana terjadi.
Baca Juga:Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Lewat HP Tanpa AntreCara Mengatasi Wi-Fi IndiHome Lemot Tanpa Harus Memanggil Teknisi
Konon, radiasi aneh yang terpancar saat gerhana bisa menyebabkan cacat lahir atau memicu bercak hitam pada kulit bayi yang dikandung.
Untuk menghindari hal ini, beberapa tradisi bahkan menyarankan ibu hamil bersembunyi di bawah kasur.
Secara medis dan ilmiah, klaim ini sepenuhnya keliru. Radiasi matahari yang mencapai bumi saat gerhana tetap sama, yaitu berupa sinar ultraviolet (UV) dan inframerah yang kita rasakan setiap hari, bahkan intensitasnya justru menurun karena terhalang bulan.
