Baru Satu Tahun Muara Cipadu Dikeruk Lagi, Sampah Padat dan Menggunung

Pemkot Cirebon
Walikota Cirebon, Effendi Edi turun langsung meninjau pengerukan di muara Kali Cipadu, Selasa (6/10). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Meskipun baru tahun lalu dikeruk, kondisi muara Kali Cipadu di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon kembali mengkhawatirkan.

Pemkot Cirebon, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung kembali menurunkan alat berat amfibi untuk mengeruk tumpukan sampah padat yang sudah menutupi muara.

Selasa (6/10) siang, Walikota Cirebon, Effendi Edo turun langsung meninjau proses pengerukan sedimentasi di lokasi muara Cipadu yang menjadi batas dua Kelurahan, yakni Kelurahan Lemahwungkuk dan Kelurahan Kasepuhan tersebut.

Baca Juga:Per 1 Oktober 17 ASN Pensiun, 131 PNS Naik Pangkat dan Dua Diberhentikan Secara HormatBakal Ditempati Damkar, Komisi I Tinjau Kelayakan Eks Kantor Disnaker

Saat ini, kondisi muara Kali Cipadu dipenuhi sedimentasi dan sampah yang cukup tebal dan padat.

Bahkan, saking padatnya, material sampah yang menumpuk membuat excavator amfibi tidak amblas sama sekali.

Disampaikan Edo, kondisi muara kali Cipadu ini perlu penanganan segera, sebelum musim hujan datang.

Edo pun cukup heran melihat kondisinya, dimana baru tahun lalu, ia juga turun langsung meninjau pengerukan, tapi saat ini volume sampah kembali menumpuk, bahkan lebih parah.

“Ini sudah pernah kita keruk diawal saya menjabat. Tetapi dalam satu tahun ini pendangkalannya kembali luar biasa. Karena itu harus segera kita tangani, apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan,” ungkap Edo.

Melihat kondisi sampah yang menumpuk dan padat, lanjut Edo, membuat alat berat yang diturunkan sanggup merampungkan pekerjaannya dalam waktu cukup lama, 10 hari.

Sambil dilakukan pengerukan, Edo meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memasang bambu sebagai penahan untuk membantu mengendalikan material dan sampah agar tidak kembali menumpuk ke area muara.

Baca Juga:Siti Farida Dorong Produk UMKM Tersertifikasi Halal Sebelum 18 OktoberEks Kantor Disnaker Bakal Ditempati Damkar

Edo memerintahkan DLH untuk memasang 100 batang bambu, ditancapkan di kedua sisi muara untuk penahan.

Ditambahkan Edo, pengerukan seperti ini adalah upaya di hilir, sehingga langkah pemerintah tidak akan maksimal apabila tidak dibarengi dengan upaya di hulu, yakni peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai.

“Kalau masyarakat terus membuang sampah ke kali, akhirnya seperti ini. Sampah menumpuk, sungai dangkal dan banjir, jadi peran utamanya tetap di masyarakat,” kata Edo.

Kota Cirebon memiliki enam titik muara yang menjadi bagian dari sistem aliran sungai menuju laut.

0 Komentar