Pembahasan teknis juga akan melibatkan perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk memastikan pembangunan sesuai ketentuan.
Terkait kebutuhan anggaran, Yudiana menyebutkan, besaran biaya akan bergantung pada panjang ruas jalan, jumlah operator, serta kebutuhan infrastruktur yang dibangun.
Sebagai gambaran, pembangunan ducting di kawasan Buah Batu dengan keterlibatan hampir 20 operator dan panjang ruas sekitar tiga kilometer membutuhkan anggaran kurang lebih Rp3 miliar.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Percepat Penanganan Stunting, Kejar Target 13,05 PersenPemkot Cirebon Terima Tiga Sertifikat Aset, Stadion Bima Siap Ditawarkan kepada Investor
Di tempat yang sama, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, kondisi jaringan kabel telekomunikasi di sejumlah titik Kota Cirebon saat ini masih terlihat semrawut.
“Kerja sama dengan Apjatel diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk memperbaiki estetika kota,” katanya.
Ia memastikan, program tersebut tidak akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Seluruh kebutuhan pembiayaan penataan akan ditanggung Apjatel bersama para operator telekomunikasi.
“Ini tidak menggunakan dana sedikit pun dari APBD, karena semuanya yang menanggung adalah Apjatel dan para operator,” tegasnya.
Edo menyebutkan, tahap awal penataan melalui sistem ducting direncanakan menyasar jalan protokol sepanjang kurang lebih 12 kilometer.
Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing operator.
Setelah penataan di jalan protokol berjalan, program tersebut nantinya akan diperluas ke kawasan permukiman dan perumahan.
Baca Juga:Hari Jadi Cirebon ke-599 Tahun 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Jalan SiliwangiWalikota Cirebon Tinjau Progres Penataan Sungai Sukalila, Target Rampung Akhir 2026
Di wilayah tersebut, pemerintah mengarahkan penggunaan tiang bersama agar tidak lagi terdapat banyak tiang provider yang berdiri berdampingan.
“Kita secara bertahap. Jalan protokol dulu, setelah selesai baru merambah ke perumahan. Nantinya di permukiman tidak ada lagi lima, enam, sampai tujuh tiang provider. Harapannya cukup satu tiang bersama,” ungkapnya.
Edo juga meminta dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.
Sebab, proses pembangunan ducting diperkirakan membutuhkan pekerjaan penggalian maupun pengeboran yang berpotensi menimbulkan gangguan sementara bagi aktivitas warga.
“Saya mohon dukungan masyarakat Kota Cirebon. Nanti mungkin ada sedikit gangguan karena pekerjaan pengeboran kabel. Mohon pengertiannya karena ini untuk penataan kota kita bersama,” pungkasnya. (Adv/its)
OPERATOR YANG TURUT SERTA MENATA JARINGAN TELEKOMUNIKASI DI KOTA CIREBON
1. Fibertrust2. Biznet3. My Republic4. PESAT5. IFORTE6. Balitower7. MoraRepublic8. Telkom TIF9. ICON+10. HSP11. CGS12. Lintasarta13. Indosat14. FMI (Fiber Media Indonesia)15. Starlite16. TIS (Trans Supercoridor)17. TBG (Tower Bersama Grup)
