Negara tidak akan menjadi lebih baik hanya karena masyarakat terus mencari siapa yang harus disalahkan.
Perubahan justru dimulai ketika setiap individu berani memeriksa kembali kualitas pilihannya, memperluas pengetahuannya, menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab, serta menghidupkan kembali moral dan hati nurani dalam kehidupan bersama.
Pada titik inilah makna “Parenting di Negara yang Genting” menjadi relevan.
Baca Juga:Bakesbangpol Kota Cirebon Awasi Penggunaan Dana BanpolSiti Farida Bertemu Kembali Warga Argasunya yang Ia Bantu Dulu
Mendidik sebuah bangsa pada dasarnya bukan hanya pekerjaan sekolah, pemerintah, atau keluarga, tetapi tanggung jawab setiap manusia yang hidup di dalamnya.
Sebab, negara hari ini adalah hasil dari keputusan manusia kemarin, sementara negara di masa depan sedang dibentuk oleh keputusan manusia hari ini. (***)
*** Oleh : Zamzam Zamaludin Yusup
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Prodi Manajemen konsentrasi Sumber Daya Manusia
